Friday, June 28, 2013

Event Review ^^

Selamat malam, Oujo-sama/­Goshujin-sama
Bagaimana kabar anda hari ini?
Omong-omong, di sini Ai yang sedang bertugas menulis review mengenai event pertama kami kemarin. Kenapa harus Ai? Tanyakan itu pada Manajer-san.
Mari kita mulai dari pagi hari, jam 10.00 WIB, tanggal 16 Juni 2013, di tenda depan gedung FISIB Universitas Pakuan Bogor. Dengan berbekal pelatihan kurang lebih 3 bulan—akhirnya hari itu datang juga. Sayangnya Manajer-san dan Fuyuki tidak sempat datang karena ada urusan keluarga yang sangat penting… Jadi, mau tidak mau, kami harus siap tanpa mereka di hari H. Setelah 3 jam menyiapkan segala hal, akhirnya sudah waktunya tenda kami dibuka! Here we go!

Shift 1 masih kosong melompong. Mungkin kami kurang promosi pada hari sebelumnya, jadi kami putuskan untuk muncul sebentar di panggung dan promosi lagi. Ada Ai, Nee-chan (Satsuki), Aki, Arai, dan Asari sementara Uchi, Yuri, Haru dan Shiru berjaga di tenda. Tapi walau pun sudah promosi begitu, yang datang di shift 2 hanya dua Goshujin-sama… Selamat untuk kedua Goshujin-sama yang dilayani Haru, kalian berdua adalah Goshujin-sama pertama kami hari itu!

Dan beberapa shift selanjutnya, kafe kami penuh sesak. Sampai-sampai banyak sekali yang harus booking tempat dulu. Sayangnya, Ai tidak dapat giliran untuk melayani siapa pun, jadilah Ai diam di meja kasir dan membantu Shiru mempersiapkan makanan serta minuman di dapur. Ada beberapa kejadian yang tidak mengenakkan juga sebenarnya. Seperti listrik tiba-tiba mati, kucing-kucing berkelahi di dapur, dan beberapa permasalahan lainnya. Untungnya, hal-hal tersebut tidak berpengaruh cukup besar terhadap kinerja kami hari itu—dan terimakasih untuk Oujo-sama/­Goshujin-sama yang tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, terimakasih banyak.

Sebagai butler yang paling sering berkeliling antara dapur dan ruang makan, Ai menyaksikan banyak hal menarik. Tsuki dengan jahilnya menggoda Oujo-sama-nya ketika bermain ‘Pocky Game’. Arai yang dengan gugupnya memberanikan diri untuk berbicara banyak kepada Oujo-sama yang dilayaninya. Uchi yang—melayani Oujo-sama-nya secara cuek namun tetap peduli. Nee-chan yang hampir di setiap shift-nya melayani satu Goshujin-sama saja. Yuri yang diminta untuk menyuapi sang Goshujin-sama. Haru yang dengan enerjiknya aktif di setiap shift bahkan masih menyempatkan diri membantu di kasir. Aki yang akhirnya bisa mengobrol dengan nyaman bersama Goshujin-samanya. Shiru yang dengan santainya menyiapkan minuman sambil ikut bagian bekerja di kasir. Ah, pokoknya banyak sekali adegan-adegan yang terekam oleh Ai, namum Ai sulit menuangkan semuanya. Sayangnya, Haru harus pamit duluan karena ada urusan keluarga, dan Aki menyusul pamit di pertengahan shift terakhir.

Lalu karena keadaan mendesak dan usul dari Manajer-san yang sorenya mampir sebentar, kami memutuskan untuk melakukan ‘penghabisan’ dan penambahan shift karena makanan kami masih tersisa. Diskon 50% di shift terakhir—tanpa pelayanan maid butler tentunya. Sempat terjadi sedikit ‘chaos’ di dapur karena repot mengurusi pesanan yang tiba-tiba meledak. Tapi kami lega karena pada akhirnya semua dapat terkendali dan Oujo-sama-tachi serta Goshujin-sama-tachi dapat menikmati masakan chef kami dengan hati senang sampai shift terakhir kami selesai dan tenda kami ditutup.

No comments:

Post a Comment